Make your own free website on Tripod.com
 Singkep dot Com :: Peduli Singkep ::

2 Juni 2001

 

“Integrated agriculture”

 

Oleh: Adrizal Ruslan

University of Gifu, Japan

 

e-mail : adris@cc.gifu-u.ac.jp
Date    : Fri, 11 May 2001
Objet : koreksi dan himbauan
Penyunting   : Firdaus LN
Reference  : Arsip Mailing list singkep@yahoogroups.com

  

Secara umum  saya informasikan bahwa hanya sekitar 10 hingga 15 % lahan Singkep (di luar tanah hutan yang belum tersentuh) yang sangat cocok untuk ditanami Palawija. Selebihnya kebanyakan pasir/kwarsa (Ingat bahwa lahan DBS penuh dengan produk tambang makanya jangan heran kalau program penghijauan cenderung kurang  berhasil.  Habis lahannya tidak di beri 'treatment' dulu sebelum ditanam).

 

Para peneliti lebih menganjurkan untuk pengembangan tanaman tahunan/musiman termasuk lada. Namun demikian, ini bukan berarti Pertanian tidak bisa dikembangkan melainkan perlu teknik tertentu untuk mengolah lahan sehingga lebih produktif. Nah, untuk itu bila para konseptor Singkep ini ingin tetap mengembangkan sektor pertanian hendaknya diintegrasikan dengan sektor peternakan (integrated agriculture).

 

Jika bicara masalah pembangunan yang berwawasan lingkungan maka pemakaian produk kimia hendaknya 'minimal'.  Nah, disinilah letak peran subsektor peternakan.  Detailnya mengenai ide ini kapan-kapan akan saya lontarkan lagi.  Saat ini masih belum sempat. Menurut pengamatan saya, sektor perikanan (khususnya laut) dan payau (daerah bakau lebih sangat menjanjikan asalkan semua cepat tanggap terhadap lahan/areal tersebut yang sudah hampir habis dikikis “makroplankton”. Buktinya, terumbu karang di pesisir pantai, besi tua/ mangkok timah penyangga pelabuhanpun sudah bersih disikat 'macrobes' tsb. Bagaimana ikan, udang, dll bisa bertahan?

 

Dulu era 1990-an banyak besi tua dibawa ke Jambi pakai kapal. Jadi kalau Aheng punya konsep yang sudah tertuang dalam bentuk 'draft' yang komplit sebaiknya segera disosialisaikan ke anggota dan ke aparat setempat sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan.

 

Terakhir, jika kelak Yayasan untuk pembangunan Singkep berdiri dan siap berjalan, jangan ditutup kesempatan warga non-Singkep untuk berkiprah. Memang betul bahwa Singkep memerlukan 'putra-putra' nya untuk berpikir ke arah kemajuan Singkep.  Sebab hanya putra-putra nyalah yang paling peduli. Namun demikian, konsep OTDA dan PUTRA DAERAH jangan sampai kebablasan. Bukankah “chauvinisme” yang berlebihan akan berbuah keruntuhan?  Banyak bukti sejarah untuk ini.***

 

Ke Peduli

 


© 2001 Singkep dot Com